:: 62 8000 xxx info@ppriyash.sch.id
Info Sekolah
Kamis, 09 Jul 2026
  • Selamat Datang di Website Official Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Rejing
  • Selamat Datang di Website Official Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Rejing
7 Juni 2023

Masa Transisi Kepimpinan Pesantren

Rab, 7 Juni 2023 Dibaca 132x Berita

Oleh : Gus Imam Haromain

Dengan wafatnya Abuya Muhammad bin Ali Habsyi maka tampak kepemimpinan tertinggi pondok pesantren mengalami kekosongan. Sesuai dengan tradisi pesantren anak tertua adalah sebagai Kholifah atau pengganti, tetapi karena putranya Abuya Ali bin Muhammad Al-Habsyi masih belajar di Mekkah maka adek nya beliau Abuya Hadi bin Muhammad Al-Habsyi harus mengganti kakak beliau sekaligus menggantikan ayah beliau.

Pada masa transisi ini beban yang ditanggung Abuya Hadi bin Muhammad Al-Habsyi sangat berat dikarenakan masih dalam suasana duka juga harus membenahi pesantren baik sarana ataupun prasana yang sangat kurang, disamping isu-isu miring yang diarahkan kepada pondok pesantren dan kepada beliau khususnya.

Namun beban dan tanggung jawab yang berat ini tidak membuat Abuya Hadi bin Muhammad Al-Habsyi mundur selangkahpun, meskipun usia beliau yang terbilang muda beliau tampil memimpin pesantren yang berpengaruh di kawasan Probolinggo untuk membawa nama besar dan membesarkan pondok pesantren. Ini buktikan dengan diselesaikannya pembangunan pondok putri yang masa Abuya Muhammad bin Ali Habsyi masih belum selesai juga sarana-sarana yang lain seperti pembangunan Aula kelas berlantai dua, pengadaan mesin paving, gipsum, dan lain-lain. Tidak hanya itu pondok pesantren juga melengkapi sarana-sarana pendidikan seperti pengadaan lap komputer dan lab bahasa serta saran-saran lainnya.

Pada kepemimpinan Abuya Hadi bin Muhammad Al-Habsyi kebijakan yang beliau terapkan tidak jauh berbeda dengan ayah beliau yaitu menanggung segala butuhkan sandang pangan serta alat-alat sekolah bagi fuqoro’ masakin dan yatim piatu tidak membebani dan memberatkan bagi santri yang mampu untuk membayar iuran pondok hanya Rp. 220.000 per tahun. Pada masa beliau juga pengembangan dan prestasi lembaga pendidikan formal mengalami peningkatan yaitu dengan naiknya status sekolah yang dulu masih terdaftar kini menjadi terakreditasi B atau diakui, juga prestasi-prestasi siswa seperti menjuari lomba-lomba yang diadakan pihak pemerintah atau instansi-instansi lainnya.

Pada tanggal 15-mei-2007 putra pertama Abuya Muhammad bin Ali Habsyi pada tanggal 15-mei-2007 putra pertama Abuya Muhammad bin Ali Habsyi yaitu Abuya Ali bin Muhammad Al-Habsyi kembali ke Indonesia untuk meneruskan perjuangan ayahnya bersama adeknya beliau. Dengan datangannya Abuya Ali wal Abuya Hadi bin Muhammad Al-Habsyi berkonsentrasi untuk mengurusi segala kebutuhan dan pembangunan serta pengembangan pesantren, sedangkan Abuya Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkonsentrasi untuk meneruskan perjuangan ayahnya yaitu berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar